Sponsored Link

Wednesday, November 07, 2012

Kewajipan seorang Muslim ke 27: Mensyukuri Nikmat Allah


Auzubillahi minas syaitanir rajim Assalamualaikum... Bismillahirrahmanirrahim... 

27. Mensyukuri Nikmat Allah.

Kewajipan ini berdasarkan firman Allah s.w.t:

"Oleh itu, makanlah (wahai orang-orang yang beriman) dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik, dan bersyukurlah akan nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembahNya semata-mata."(An-Nahl:114)
Allah berfirman lagi:
Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: “Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras”. (Ibrahim:7)
Ketahuilah bahawa kewajipan syukur itu berkait dengan hati, lidah dan juga sekalian anggota. Bersyukur dengan hati ialah dengan berniat melakukan kebaikan dan menginginkan kebaikan untuk sekalian mahkluk.

Bersyukur dengan lidah pula ialah menzahirkan kesyukuran kepada Allah dengan mengucapkan tahmid yang menjadi tanda syukur. Bersyukur dengan anggota pula ialah dengan menggunakan segala nikmat Allah ke jalan ketaataan kepadanya dan berjaga-jaga dari menyalah gunakan nikmat ke jalan maksiat.

Syukur kedua mata ialah dengan kamu menutupi segala keaiban yang kamu lihat pada seorang muslim. Syukur kedua telinga ialah dengan kamu menutupi segala keaiban yang kamu dengar berkenaan seorang muslim. Bersyukur dengan lidah ialah untuk menzahirkan perasaan reda terhadap Allah dan ia merupakan suatu yang diperintahkan.

Syukur itu adalah nikmat, syukur itu adalah perlu, syukur itu tidak kira waktu susah atau senang. Ingatlah Allah. Syukurkah kita selama ini dengan apa yang kita ada dan tidak ada?

Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang diperlukan oleh hambanya. Allah tidak beri apa yang kita mahu tapi Allah kurniakan apa yang kita perlu.

Moga-moga kita adalah dikalangan hamba-hamba yang sentiasa bersyukur. Insya Allah.

Wassalam.

Sumber Buku: 50 Kewajipan seorang Muslim oleh Muhammad bin Abi Bakr dan diterjemahkan oleh Ustaz Ahmad Adnan Fadzli cetakan 2010 Penerbitan Dar Hakamah.

Penulis: Bersyukurkah diri ini? Jika benar dan sungguh bersyukur, kenapa diri ini masih mengeluh? Ya Allah....ampunilah diri ini...aku yang berdosa!

Terima kasih, Thank You, Syukran, Arigato, Shieh Shieh, Rumba Nandri, Kamsahamnida for reading this entry. Please do come again.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih, Thank You, Syukran, Arigato, Shieh Shieh, Rumba Nandri, Kamsahamnida: Komen anda sangat dialu-alukan dan dihargai :)

My Babbling

Advice (32) Akhlak (42) Al-Quran (25) Allah (20) Awal Muharam (9) Belief (15) Books (41) Brain Food (16) Characteristics (29) Critical Thinking (26) Dakwah (88) Death (20) Dialogues (19) Doa (19) Dua' (14) Education (54) Family (35) Father (11) Friendship (30) Hadith (20) Health (57) Jokes (87) Knowledge (76) Life (90) Love (77) Lyrics (127) Man (33) Marriage (67) Motherhood (11) Motivation (77) My Reading (42) My Stories (224) Parents (14) Personality (19) Poem (45) Prayer (15) Prophet Muhammad s.a.w (15) Qoutes (79) Ramadhan (14) Real Life Story (16) Relationship (23) Religion (46) Sarcasm (18) Sarcastic (14) Short Story (76) Song (28) Tarbiyah (120) Tazkirah (109) Think out of the box (22) Where To Eat (7) Where to Go (3) Woman (56) Words (34) Work (14)