Sponsored Link

Monday, November 21, 2011

Kewajipan seorang Muslim ke 18: Kewajipan Memerhati Dengan Mengambil Pengajaran


18. Kewajipan Memerhati Dengan Mengambil Pengajaran

Kewajipan ke 18 ini berdasarkan firman Allah:


al- Hasyr: 2

Dia lah yang telah mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab – dari kampung halaman mereka pada julung-julung kali mereka berhimpun hendak memerangi Rasulullah. Kamu (wahai umat Islam) tidak menyangka bahawa mereka akan keluar (disebabkan bilangannya yang ramai dan pertahanannya yang kuat), dan mereka pula menyangka bahawa benteng-benteng mereka akan dapat menahan serta memberi perlindungan kepada mereka (dari azab) Allah. Maka Allah menimpakan (azabNya) kepada mereka dari arah yang tidak terlintas dalam fikiran mereka, serta dilemparkanNya perasaan cemas takut ke dalam hati mereka, (lalu) mereka membinasakan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri (dari dalam) sambil tangan orang-orang yang beriman (yang mengepung mereka berbuat demikian dari luar). Maka insaflah dan ambilah pelajaran (dari peristiwa itu) wahai orang-orang yang berakal fikiran serta celik mata hatinya.


Al- Hasan bin 'Ali r.a. menyatakan:
"Berfikir sesaat itu lebih baik dari bangun malam"

Berkata al-Fudhail: "Berfikir adalah cermin yang memperlihatkan kepadamu kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan kamu"

Sufyan bin Unainah kerap memberi misal dengan penyair yang bermadah: "Jika seorang itu sering berfikir, nescaya setiap sesuatu  baginya ada pengajaran."

Berkata al-Hasan: "Sesiapa yang berfikirnya bukan hikmah (kebijaksanaan) maka ia adalah bermain-main (sia-sia), sesiapa yang senyapnya bukan berfikir, maka ia adalah lalai/alpa, sesiapa yang melihatnya bukan mengambil pengajaran, maka ia bermain-main."

"Biasakanlah matamu dengan menangis dan biasakan hatimu dengan berfikir"

Sumber Buku: 50 Kewajipan seorang Muslim oleh Muhammad bin Abi Bakr dan diterjemahkan oleh Ustaz Ahmad Adnan Fadzli, Penerbitan Dar Hakamah (2010).


Penulis: Berapa banyak yang telah ku lihat dan ambil pengajarannya, berapa banyak yang telah ku dengar dan ambil pengajarannya, berapa banyak yang telah ku baca dan ambil pengajarannya, berapa banyak yang telah ku rasa dan ambil pengajarannya...Ya Allah...Qalilan...Qalilan...:(...ayuh kamu harus berusaha keras lagi...

Astaghfirullah..kenapa terlalu mudah, adakah kerana ia mula menjadi biasa...apa dosanya...apa silap kamu...tidak salahkan...kamu hanya perlu mengaku...astaghfirullah...jangan selalu, nanti yang bukan kebiasaan jadi kebiasaan kamu...Ya Allah, diri ini telah menzalimi diri sendiri dan diri mereka...ya Allah jauhkanlah penyakit itu...jauhkanlah...jauhkanlah...

Kamu harus berubah menjadi lebih baik lagi lebih baik dari semalam setiap hari, bukan untuk sesiapa, untuk Allah, untuk diri kamu sendiri...tiada siapa yang mampu mengubah diri kamu melainkan kamu sendiri...

Ya Allah semoga hari ini (hari esok) lebih dari semalam (hari ini), insya Allah...saya akan pastikan...^_^

No comments:

Post a Comment

Terima kasih, Thank You, Syukran, Arigato, Shieh Shieh, Rumba Nandri, Kamsahamnida: Komen anda sangat dialu-alukan dan dihargai :)

My Babbling

Advice (30) Akhlak (41) Al-Quran (25) Allah (20) Awal Muharam (9) Belief (14) Books (41) Brain Food (16) Characteristics (29) Critical Thinking (26) Dakwah (88) Death (20) Dialogues (19) Doa (18) Dua' (14) Education (53) Family (35) Father (11) Friendship (30) Hadith (20) Health (57) Jokes (87) Knowledge (76) Life (90) Love (77) Lyrics (127) Man (33) Marriage (67) Motherhood (11) Motivation (76) My Reading (42) My Stories (223) Parents (14) Personality (19) Poem (45) Prayer (15) Prophet Muhammad s.a.w (15) Qoutes (79) Ramadhan (14) Real Life Story (15) Relationship (23) Religion (46) Sarcasm (18) Sarcastic (14) Short Story (76) Song (27) Tarbiyah (119) Tazkirah (108) Think out of the box (22) Where To Eat (7) Where to Go (3) Woman (56) Words (34) Work (14)